2 Responses to “Mengintip Gaji Petinggi BUMN Bag 1”

  1. 1 suciptoardi

    wow luar biasa ya…tapi taukah anda kalau Gaji Guru Di DKI Jakarta sekalipun, tidak sebanding dengan gajipetinggi BUMN…simak ya:
    Sungguh malang ya, nasib guru honor. Namun saya kira banyak yang tidak mengerti pengertian bermacam-macam guru di sekolah yang menyebabkan banyak salah kaprah, sehingga disamakan semuanya. Untuk itu berikut keterangannya:

    1). Guru PNS adalah guru yang sudah berstatus pegawai negeri yang digaji oleh pemerintah RI dan Pemda DKI, gajinya sekitar 2-5 juta rupiah perbulan, termasuk insentif dari sekolah antara 300-900 ribu rupiah.

    2). Guru PTT adalah guru yang berstatus “setengah” pegawai negeri yang digaji oleh Pemda DKI, gajinya sekitar 1,8-2,5 juta rupiah perbulan, termasuk insentif dari sekolah antara 300-900 ribu rupiah.

    3). Guru Bantu adalah guru yang berstatus honor yang digaji oleh pemerintah RI, gajinya sekitar 1-2 juta rupiah perbulan, termasuk insentif dari sekolah antara 300-900 ribu rupiah. Guru Bantu dan PTT, biasa dikenal oleh anggota DPR dan media masa dengan sebutan guru honor.

    4). Guru Honor Murni (GHM) adalah guru yang tidak digaji oleh pemerintah RI, akan tetapi digaji berdasarkan swadaya dari sekolah dimana GHM mendidik. Insentif perbulan sebesar 300-900 ribu rupiah dan insentif dari Pemda DKI sebesar 200 ribu rupiah. GHM ini, disekolah-sekolah, dikenal dengan sebutan guru honor.

    Terlihat dengan jelas terjadi perbedaan yang signifikan, khususnya antara GHM dengan Guru PNS. Padahal, kewajiban dan tanggungjawabnya sama, namun haknya (gaji) jauh berbeda. GHM sebulan (rata-rata) memperoleh 300-900 ribu rupiah, PNS dalam sebulan memperoleh 2,5-5 juta rupiah.

    Saya selaku GHM merasa miris melihat kenyataan ini, namun saya merasa terhibur dengan idealisme yang tertanam kuat didalam diri, bahwa kepuasan tidak dapat dinilai dengan uang. Profesionalisme menjadi tunggangan utama, dengan ketulusan sebagai ruhnya. Disisi lain, Saya berharap kepada pemegang kebijakan, baik itu skala nasional atau daerah, untuk mengurangi ketimpangan dan jurang yang mengangga ini (gaji). Kenapa?, selain alasan “perut dan dapur”, saya merasa kesulitan membeli buku bacaan untuk menunjang profesionalisme sebagai guru. Gaji tidak cukup untuk dianggarkan menambah buku, hanya internet yang dapat membantu, dan itu hanya disekolah….

    Sumber: http://suciptoardi.wordpress.com/2008/04/29/guru-honor-murni-ghm-dki-jakarta/

  2. 2 bastian

    astaga !! bila benar gaji2 pegawai BUMN sebesar itu melebihi gaji orang NO wahid di INDONESIA,kenapa orang mengejar2 cita2 jadi Presiden ya?? knp ga jadi pegawai BUMN!menurut saja dengan Kualitas yang sangat kurang seperti abdul (di atas) masa mendapatkan uang sebanyak itu?dan hasilnya buat negara ini 0 besar!
    menurut saya benar seperti suadara suciptoardi mending perhatiin masyarakat yang kurang mampu.
    ayolah kawan perhatikan rakyat muu..
    jgn mikir gaji perut saja!


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: