Gaji terbesar dari 6 bidang usaha yang disurvei SWA ditempati bidang
usaha otomotif. Gaji direktur Toyota-Astra Motor (TAM) mencapai Rp
740-800 juta/tahun. Adapun job sebagai manajernya, Rp 270-300 juta. Seorang
eksekutif kelas atas TAM menyebut gaji direktur ditentukan oleh para
pemegang saham, sedang untuk level GM ke bawah ditentukan oleh direksi.
Kata eksekutif yang menolak disebutkan namanya tadi, gaji yang diterima
itu belum termasuk berbagai fasilitas seperti mobil (Corolla Altis untuk
level GM). Untuk direktur lebih mewah lagi, Toyota Camry. Direktur juga
mendapatkan dana pensiun yang aturannya disesuaikan dengan ketentuan
dana pensiun pemerintah. Lalu, fasilitas rawat inap VVIP di rumah sakit
dan THR sebesar dua kali gaji. Bonus disesuaikan dengan keuntungan
perusahaan. “Biasanya lima kali gaji,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, gaji eksekutif TAM di semua level selalu naik yang
besarannya di atas angka inflasi. Persentase kenaikan gaji 2001,
misalnya, sekitar 14% dibandingkan tahun sebelumnya (2000). Kebetulan
tahun lalu, kinerja penjualan TAM relatif bagus sehingga eksekutif juga
menerima percikannya. Angka-angka itu sangat masuk akal jika melihat
gaji kotor seorang Theodore Permadi Rachmat, CEO Grup Astra, yang
mencapai Rp 2,5 miliar/tahun.
Persentase kenaikan gaji di perusahaan ini relatif sama untuk semua
level jabatan baik dirut, direktur dan manajer. “Yang membedakannya
adalah prestasi pekerjaan individu. Perusahaan akan mengapresiasi jika
performa seseorang juga bagus,” tegasnya. Karenanya, tak ada jabatan
yang mendapat persentase kenaikan gaji paling tinggi. Selain berdasarkan
prestasi kerja, kenaikan gaji juga ditentukan oleh indeks harga konsumen
(tunjangan inflasi) yang besarannya sudah ditentukan oleh pemerintah.
“Ini didasarkan pada hasil negosiasi dengan perusahaan. Tetapi, selama
ini, kenaikannya belum pernah mencapai 10%,” ujarnya.
Agar lebih seru, gaji Budhi Halim, Presiden Direktur PT Humpuss
Intermoda Transport, patut disebutkan. Perusahaan yang juga bergerak di
bisnis otomotif ini menggaji CEO-nya sebesar Rp 2,5 miliar (gaji kotor)
atau sama dengan yang diterima T.P. Rachmat dari Astra. Gaji peraih MBA
dari Central Institute of Management ini merupakan gaji terbaru hasil
kenaikan dari gaji tahun sebelumnya yang “hanya” Rp 1,6 miliar/tahun.
Subronto Laras dan Angky Camaro, Dirut dan Wakil Dirut Indomobil, juga
menerima gaji besar. Kata sebuah sumber, Subronto dan Angky sedikitnya
bergaji Rp 1,5 miliar/tahun.
Artikel mengenai lowongan kerja dan tips karir dapat Anda lihat pada klikkarir.com
Hasil riset SWA kali ini tidak jauh beda dengan riset serupa yang
dilakukan Auditsi Personnel. Gaji direktur perusahaan agrobisnis versi
Auditsi Personnel berkisar Rp 96-240 juta/tahun. Adapun direktur
perusahaan pertambangan, Rp 180-720 juta/tahun. Perbedaan hasil riset
yang sedikit mencolok adalah untuk gaji direktur dan manajer di bidang
rumah sakit. Auditsi Personnel menemukan angka yang jauh di atas riset
SWA yakni Rp 120-240 juta/tahun (direktur) dan Rp 48-96 juta (manajer).
Auditsi Personnel juga berhasil menemukan besaran angka bidang usaha
yang lolos dari riset versi SWA tadi yakni Perhotelan dan
tekstil/garmen. Gaji direktur di perusahaan tekstil/garmen berkisar Rp
180-360 juta/tahun. Adapun level manajer, Rp 36-120 juta. Gaji GM hotel
versi Auditsi, Rp 180-360 juta/tahun atau sama dengan yang diterima
jabatan serupa di perusahaan tekstil. Sementara manajer, digaji Rp
36-144 juta.
Wajarkah angka-angka di atas? Mari kita simak riset Hewitt Associates
terhadap gaji pekerja di Indonesia tahun 2000 dan 2001. Dari 16
perusahaan asing dengan 13 milik lokal dan 9 perusahaan patungan
didapatkan gambaran, gaji pekerja Indonesia pada 2000 naik rata-rata
13,3%-14,8%. Jika dipilah, gambarannya begini: Gaji manajemen senior
naik 13,3% pada 2000 dan naik lagi 11,2% tahun berikutnya (2001). Level
manajer naik 14,0% tahun 2000 dan 12,1% setahun kemudian. Sementara
level profesional/penyelia dan teknisi naik 14,3% (2000) dan 12,4% pada
2001.
Namun gaji eksekutif kita, khususnya di bidang otomotif, tak ada
apa-apanya dibanding gaji direktur atau CEO perusahaan sejenis di negera
maju. Jurgen Schrempp, CEO Daimler-Chrysler, bergaji US$ 5,6 juta/tahun
(sekitar Rp 56 miliar/tahun). Namun Jurgen bukan yang terbesar. Rupert
Murdoch, CEO News Corp., raksasa jaringan media asal Australia, bergaji
US$ 6,7 juta/tahun. Semoga Anda tidak semakin kaget setelah menyimak
gaji sendiri.
Ads: Lowongan pekerjaan terbaru dan info bursa kerja dapat dilihat pada klikkarir.com
Reportase: Taufik Hidayat, Eva Martha Rahayu, A. Mohammad B.S. dan
Taufik Hidayat/Riset: Tantri Riyanthi dan Vika Octavia.
swa.co.id
Filed under: nego gaji | 1 Comment
Tags: ah teori, Artikel bebas, Berita, Berita & Rumor, Berita / News, Berita Utama, Bisnis, Blog, Buku harian, Cerita Pendek, Curhat, Indonesia, Info, Informasi, Internet, jakarta, job, jobs, karier, karir, Lain-lain, lowongan, lowongan kerja, lowongan pekerjaan, Motivasi, News, Opini, Pendidikan, Pengalaman, Pengembangan diri, Renungan, surabaya, Tips, Tips :: Triks, tips bekerja | No Comments | Edit this post Tags: Artikel, Tips/ trik, Tulisan, Umum

iya nih baru kali ini aku baca artikel yang satu ini, oke juga tuh…
kalo mo artikel yang lain coba aja di
http://www.m4rnos.wordpress.com
DOWNLOAD APA AJA ADA & GRATIS
Thanks