Industri Telekomunikasi Booming, Gaji Eksekutif nya pun Booming

17Sep08

Panasnya sektor telekomunikasi membuat perebutan SDM tak terelakkan.
Tak heranlah, kompensasi sektor ini pun menjadi tinggi.

Tak bisa dipungkiri, salah satu industri yang tumbuh pesat dalam satu
dekade terakhir ini adalah telekomunikasi. Tahun 2005 saja, sektor ini
tumbuh hingga 30%. Tak ayal, sektor ini membetot banyak investor untuk
masuk ke dalamnya. Tak hanya investor lokal, tapi juga asing. Ujungnya
mudah ditebak, persaingan menjadi kian runcing. Tidak hanya dalam
merebut hati pelanggan, bajak-membajak tenaga kerja merupakan potret
lumrah. Maklum, sebagai industri yang tergolong baru berkembang, supply
tenaga kerja (yang andal, tentunya) tidak sebanding dengan demand pasar.

Survei Hay pun menemukan hal yang sama. Job Telekomunikasi, yang sejak tahun
lalu dimasukkan dalam sektor manufaktur, termasuk salah satu sektor
dengan pergerakan gaji cukup menggiurkan.

Memang, jika dibanding tahun lalu, rata-rata tingkat kenaikan gaji (base
salary) di industri ini sedikit menurun, dari 10,5% menjadi 10,1%.
Bahkan, angka itu masih jauh di bawah hasil survei sejenis tahun 2004 ?
saat itu sektor telekomunikasi digabung dengan TI ? yang persentase
kenaikannya mencapai 15%. Namun tetap saja sektor ini menjadi salah satu
sektor yang tingkat pertumbuhan gajinya terbilang paling hot.

Selain gaji, perusahaan di sektor ini juga tergolong cukup royal dalam
mengucurkan bonus. Berdasarkan hasil survei, tahun 2006 ini besarnya
bonus yang diterima karyawan di sektor telekomunikasi mencapai 2,4 kali
gaji. Belum lagi bonus variabel yang besarnya mencapai 1,5 kali gaji.

Sumber SWA yang enggan disebutkan namanya di PT Excelcomindo Pratama
(XL) membenarkan temuan survei tersebut. Dia mengatakan, selain
industrinya yang memang sedang tumbuh, rencana masuknya beberapa pemain
baru juga membuat perusahaan di sektor ini berusaha mempertahankan
karyawan terbaiknya. Imbas kedua faktor itu: tingginya gaji yang
diterima karyawan.

Ads: Untuk lowongan kerja terbaru kunjungi klikkarir.com

Kendati enggan berbicara spesifik tentang XL, sepertinya kejadian yang
kurang-lebih sama berlaku juga di perusahaan ini. Pasalnya, dia
menyebutkan bahwa saat ini kompetisi antarpemain di sektor
telekomunikasi tidak hanya dalam hal memperebutkan pasar, tapi juga
dalam menarik sumber daya yang mumpuni. ?Dan salah satu antisipasinya,
selain dengan memberi reward dan bonus, perusahaan di sektor ini
biasanya akan menjanjikan gaji yang menarik, asalkan mereka tidak pindah
ke tempat lain,? ujarnya.

Alternatif itu, lanjutnya, boleh jadi merupakan pilihan paling ampuh di
tengah sengitnya persaingan sesama operator. Bagaimanapun, ikan besar
harus diberi umpan besar pula. Tak mudah mendapatkan tenaga terbaik
tanpa tawaran pendapatan yang menarik pula. Terlebih lagi, yang namanya
bisnis telekomunikasi itu mempunyai tiga ciri yang sangat vital.
Pertama, capital intensive — dana yang dibenamkan miliaran US$. Kedua,
technology intensive — teknologi yang digunakan berubah dengan cepat.
Ketiga, regulation intensive. ?Jarang sekali ditemukan karyawan yang
sangat kompeten dalam hal-hal terkait dengan regulasi. Jadi, sangat
wajarlah kalau gaji karyawannya harus naik,? ucapnya.

Tingginya tingkat bajak-membajak tenaga kerja di sektor telekomunikasi
juga diakui Zen Smith, Direktur & Kepala Corporate Affair PT Mobile-8
Telecom (Mobile-8). ?Kami tak bisa menjamin turnover nol persen,? ujar
Zen tanpa bersedia menyebut tingkat turnover karyawannya. Ia mengakui,
sebagai industri yang sedang booming, pasokan tenaga kerja yang cakap di
sektor ini tergolong kurang. ?Kebanyakan pemain memilih solusi instan
dengan membajak karyawan perusahaan lain,? sambungnya.
Dalam persaingan (perebutan tenaga kerja) yang ketat, pola penggajian
yang diberlakukan perusahaan menjadi sangat penting. Sri Soesilowati H.,
Asisten VP Compensation & Benefit PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom),
menyebutkan bahwa yang biasanya dijadikan patokan perusahaan adalah
hasil survei gaji. Bahkan, untuk memperoleh gambaran pasar yang lebih
jelas, Telkom sampai harus ikut serta dalam salary survey yang dilakukan
dua lembaga yang berbeda.

Dijelaskan Sri, salah satu tujuan yang ingin dicapai adalah agar
pihaknya bisa mencermati secara konkret sistem penggajian dan remunerasi
yang diberikan perusahaan lain, khususnya di sektor yang sejenis dengan
Telkom. Tujuan lainnya, tentu saja agar karyawan di perusahaannya tidak
bisa dibajak oleh para kompetitor. ?Kami juga akhirnya bisa melakukan
pemetaan diri terhadap pasar,? katanya.

Namun demikian, Sri tidak setuju jika disebut bahwa SDM di sektor
telekomunikasi terbilang langka. Dia mengatakan, Telkom selama ini tidak
kekurangan soal SDM. Selain rata-rata pegawai lama sangat jarang keluar,
untuk dukungan pegawai baru bisa dengan mudah diperoleh karena memiliki
sekolah STT Telkom yang setiap tahunnya melahirkan banyak lulusan baru.
?Bahkan saat Telkom membuka pendaftaran untuk karyawan baru tahun 2003,
jumlah pelamar yang masuk mencapai 41 ribu, padahal yang dibutuhkan
hanya ratusan,? ujar Sri.

Sri menambahkan, sejak mengikuti survei gaji di tahun 2000, Telkom terus
berusaha menyesuaikan gaji karyawannya dengan harga pasar. Dan, saat ini
posisi gaji karyawan Telkom berada pada kisaran gaji karyawan perusahaan
lain di sektor telekomunikasi. ?Untuk level bawah, saya bisa memastikan
gaji karyawan Telkom sudah berada di atas harga pasar. Tapi untuk level
atas, memang masih sedikit di bawah pasar,? ungkap wanita yang sudah
hampir 20 tahun bekerja di Telkom ini.

Kondisi pasar yang tidak bisa didikte, jelas harus diantisipasi setiap
perusahaan. Telkom pun demikian. Ancang-ancang, khususnya dalam hal
bujet, harus selalu dilakukan. Sri menyebutkan, setiap awal tahun Telkom
selalu mencari data mengenai tren penggajian di industri telekomunikasi
dan TI, untuk melihat tren pergerakan gaji di sektornya. Selanjutnya,
data tersebut disesuaikan dengan bujet yang ada. Maklum, kenaikan gaji
juga harus disesuaikan dengan kemampuan perusahaan. Telkom, lanjut Sri,
tidak bisa langsung melakukan penyesuaian untuk level atas, karena
sebelumnya ketertinggalannya cukup besar.

Ads: Artikel mengenai lowongan pekerjaan dan karir lainnya bisa dilihat pada klikkarir.com

Kendati demikian, Telkom tidak khawatir akan terjadi eksodus
besar-besaran pada karyawan level atasnya. Dijelaskan Sri, dalam bekerja
? seperti halnya hasil temuan survei ? karyawan tidak hanya mementingkan
gaji. Melainkan ada faktor lain yang dianggap mempunyai peran sama
penting, seperti suasana kerja yang nyaman, iklim kompetisi yang sehat,
kompensasi yang bagus dan sebagainya. Faktor-faktor itulah yang selama
ini benar-benar dipelihara di lingkungan Telkom. ?Buktinya, tingkat
turnover di perusahaan ini di bawah 1%,? katanya bangga.

Ungkapan Sri dibenarkan Yuli S., Senior Officer Telkom. Wanita yang
telah bergabung lebih dari 15 tahun di Telkom ini merasa nyaman bekerja
di Telkom. Selain cukup puas dengan gaji yang diterimanya, ia pun merasa
nyaman dengan iklim kerja yang ada. Yang pasti, menurutnya, setiap tahun
selalu ada pembenahan. Kenaikan gaji disesuaikan dengan jabatan dan
performa. ?Pokoknya penyesuaian itu dilakukan secara berkala sesuai
dengan tanggung jawab pekerjaan,? kata Yuli.

Selain Yuli, seorang karyawan PT Indosat yang enggan disebut namanya
juga merasa bersyukur bisa bekerja di perusahaan telekomunikasi macam
Indosat. Maklum, ia menegaskan, iklim kerja dan tantangan, termasuk juga
reward yang diberikan perusahaan mampu menjadikan dirinya betah dan
tidak tertarik untuk mencoba ke perusahaan lain. Berbagai bonus termasuk
bonus prestasi yang dikantonginya menjadikan pendapatan secara umum bisa
dikatakan cukup lumayanlah.
Reportase: Dedi Humaedi dan Herning Banirestu

Oleh : Taufik Hidayat

Swa.co.id



No Responses Yet to “Industri Telekomunikasi Booming, Gaji Eksekutif nya pun Booming”

  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: